PLATFORM KABINET PERSATUAN

PLATFORM

KABINET PERSATUAN

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA

UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN

2007-2008

A. Visi

“Bergerak Bersama Dalam Sinergitas Menuju Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Yudharta Yang Bertanggung Jawab Dan Demokratis”

B. Misi

  1. Meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa dengan menggali dan mengoptimalkan segenap potensi yang ada.
  2. Meningkatkan sinergitas potensi, gerak dan tujuan komponen kampus UYP.
  3. Membangun dan memperkokoh jaringan untuk kemajuan lembaga kemahasiswaan UYP.
  4. Maksimalisasi fungsi OMIK sebagai media peningkatan soft skill mahasiswa UYP.
  5. Memupuk kepekaan mahasiswa terhadap permasalahan lokal, regional, nasional dan internasional.
  6. Optimalisasi perjuangan bagi kesejahteraan mahasiswa.
  7. Mensinergikan kegiatan BEM UYP sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dengan membuka ruang komunikasi intensif antar elemen-elemen mahasiswa.

C. Tujuan

Tujuan Jangka Pendek

1. BEM UYP dapat dikenal dan dirasakan keberadaannya ditengah-tengah civitas akademika UYP

2. Membangun soliditas anggota BEM UYP.

3. Mensosialisasikan program-program kerja BEM UYP.

4. Membangun jalinan kerjasama kooperatif dalam BEM UYP, maupun dengan pihak lain diwilayah teritorial. Baca lebih lanjut

MATERI KONGRES REPUBLIK MAHASISWA

PROPOSAL SARASEHAN BUDAYA NASIONAL

LEMBAR PENGESAHAN

No :003/Pan.DN.UYP/A-1/VII/2007

Nama Kegiatan

:

Dies Natalis Universitas Yudharta Pasuruan & Sarasehan Budaya

Tema Kegiatan

:

“Jangan Nodai Budaya Bangsaku”

Waktu Kegiatan

:

24-25 Agustus 2007

Tempat Kegiatan

:

Assembly Hall Universitas Yudharta Pasuruan

Publik Peserta

:

Lembaga Pendidikan se-Pasuruan, BEM se- Pasuruan, OMIK UYP, Mahasiswa UYP Dan Masyarakat Umum

Penyelenggara Kegiatan

:

Panitia Dies Natalis Universitas Yudharta Pasuruan.

Biaya Kegiatan

:

Rp. 29.341.500

Pasuruan, 26 Juli 2007

PANITIA

DIES NATALIS & SARASEHAN BUDAYA

UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN

KETUA PANITIA

M. Solikin Darmaga

NIM : 2003.69. 10. 0012

SEKRETARIS

M. Syafa’ Rahardjo

NIM : 2003. 69.10. 0002

Mengetahui,

PEMBANTU REKTOR III

UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN

Hamzah Yasin, ST.

A. LATAR BELAKANG


Kebudayaan adalah hasil karya cipta manusia. Kegiatan dalam masyarakat yang berkembang menjadi pola kehidupan dan menjadi ciri khas dari masyarakat disebut juga kebudayaan. Dari pola kehidupan tersebut dihasilkan suatu karya yang sangat indah disebut seni. Seni dan budaya berkembang seiring dengan waktu. Pada zaman dulu, setiap suku bangsa mempunyai adat istiadat yang mereka junjung tinggi. Adat istiadat merupakan warisan dari nenek moyang yang masih dipelihara sampai sekarang dan dikenal sebagai budaya yang mencirikan masyarakat tersebut pada suatau bangsa.

Kebudayaan merupakan keseluruhan cara hidup manusia. Ia berperan penting dalam proses pembangunan suatu negaradimana kepribadian harus dipupuk dalam usaha-usaha yang dijalankan kearah meningkatkan pembangunan sosio ekonomi dan polotik . ini sudah tentunya memerlukan penggemblengan dan pengelibatan semua lapisan masyarakat dalam satu proses yang berkesinambungan. Bagi sebuah Negara yang mempunyai masyarakat yang beraneka ragam, proses pembentukan budaya nasional memerlukan perancangan yang teliti dan rapi supaya dapat melahirkan cara hidup yang bersifat keIndonesiaan. Perancangan kebudayaan ini harus menentukan sifat-sifat yang baik, mulia dan utama bagi pembinaan bangsa dan ketahanan Negara. Oleh karena itu,

Penggubalan Dasar Kebudayaan Kebangsaan adalah penting bagi sebuah Negara yang mempunyai penduduk yang pusparagam seperti Indonesia. Dasar ini nanti akan dapat menjadi garis panduan dalam membentuk, mewjudkan dan mengekalkan identity Negara dikalangan dunia anatar bangsa. Penggubalan dasar ini perlu dibuat dengan mempertimbangkan fakta-fakta perkembangan sejarah perjalanan bangsa Indonesia itu sendiri.

Pengaruh globalisasi terfadap kebudayaan suatu bangsa.

Berkembangnya arus informasi memberikan dampak terhadap seni dan budaya. Dengan adanya fasilitas telekomunikasi yang canggih seperti internet, masyarakat dapat dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi apapun, termasuk seni dan budaya. Fasilitas ini dapat memberikan kemudahan untuk mengetahui lebih jauh mengenai perkembangan seni dan budaya baik yang bersifat tradisional maupun modern.

globalisasi serasa menjadi mantra  pusat  pertemuan, interaksi, pengenalan, penyerapan  dan  penerimaan  pelbagai unsur-unsur kebudayaan dari berbagai Negara di dunia. Dengan yang demikian Globalisasi secara tidak langsung membrikan oportunitas bagi suatu bangsa untuk mangakomodir serta mengadopsi budaya lain yang masuk melalui pertukaran budaya tersebut. Akulturasi inilah yang seringkali menjadikan masyarakat untuk lebih terpengaruh meniru budaya global yang kadang-kadang kontradiktif terhadap budaya local yang dimiliki oleh suatu bangsa sebagai ciri khas yang sebenarnya harus dipertahankan dan dilestarikan keberadaannya.

Proses kontak atar kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain inilah yang yang seringkali memberi impact pada budaya imitative suatu masyarakat bangsa yang terjebak dengan set trend global yang memang sengaja diciptakan demi kepentingan-kepentingan golongan tertentu. Akan tetapi masyarakat suatu bangsa tidak menyadari akan hal tersebut sehingga terseret pada pengakuan budaya pendatang yang dicitrakan oleh media sebagai budaya yang dianggap suitable (pas/cocok), popular dan modern untuk selalu diikuti. Ketertarikan dengan budaya instant (instant culture) dan meninggalkan kebudayaan asli yang penuh sejarah telah terjadi dimana-mana bahkan salah satunya di Indonesia. Sungguh hal yang sangat ironis dan memprihatinkan. Proses kontak antar kebudayaan dari hasil proses defusi budaya ini secara kontinyu pada akhirnya akan mendistorsi esensi kebudayaan asli suata bangsa yang mencirikannnya nilai berbeda dengan kebudayaan antar bangsa di dunia.

Akhirnya bias kita pahami, hasil dari proses akulturasi dan difusi budaya inilah yang nantinya ketika tidak dilakukan filterisasi dan proteksi secara seksama akan berdampak pada terciptanya kebudayaan tanpa kelamin pada suatu bangsa. Lalu bagaimana dengan kebudayaan bangsa Indonesia akankah juga bertipologi sebagai kebudayaan tanpa kelamin? .

B. TUJUAN KEGIATAN

1. General Orientation (Orientasi Umum)

a. Dies Natalis Universitas

Kegiatan Dies Natalis ini diselenggrakan atas mainstream pentingnya mengenang hari lahir dan berdirinya Universitas Yudharta Pasuruan secara mendalam dan integral.

b. Sarasehan Budaya

Kegiatan Sarasehan Budaya dengan tema “Jangan Nodai Budaya Bangsaku” ini diselenggrakan atas idea dan konstruk pemikiran akan pentingnya pemahaman budaya sebagai identitas dan jati diri sebuah bangsa mengingat keberadaan budaya bangsa Indonesia yang pusparagam menjadikan khazanah tersendiri yang harus dilestarikan keberadaannya (being inheritance) secara terus menerus oleh seluruh entitas bangsa ini. Patut disadari dan dibanggakan sebenarnya kepusparagaman budaya dalam diversitas yang kita miliki selama ini sebagai perwujudan dan pengejawantahan nilai-nilai kebhinekaan yang diinternalisasikan dalam falsafah Negara Kesatuan Republic Indonesia kita yang tercinta ini. Kegiatan ini juga merupakan bentuk upaya anak bangsa yang senantiasa cinta akan indahnya kebersamaan dalam berbagai latar belakang yang berbeda guna menyongsong kesatuan dan persatuan bangsa yang tercipta dari berbagai perbedaan latar belakang yang tidak mungkin akan bisa dielak dan dipisahkan dalam sejarah perjalanannya.

2. Specific Orientation (Orientasi Khusus)

a. Dies Natalis Universitas

Dengan diadakannya kegiatan ini nantinya diharapkan publik peserta kegiatan akan menambah dan memupuk rasa sense of belonging

b. Sarasehan Budaya

Dengan tetap mengacu pada deskripsi tematik yang telah terurai dalam latar belakang diatas, bahwa negara yang beradap adalah negara yang paham akan dirinya sendiri -paham akan budaya yang dimiliki- (knowing by it self). Dalam hal ini Negara paham akan dirinya secara totality -paham akan diri-nya dan mereka-nya- (kanapa kita begini dan harus beda dengan mereka).

Oleh karena itu dengan adanya kegiatan ini nantinya diharapkan akan terbentuknya beberapa hal dibawah ini :

1. Memupuk rasa nasionalsime

2. Punya kesadaran secara utuh dan komrehensip terhadap budaya Indonesia

3. Mencintai budaya lokal Indonesia

4. Semangat melestarikan budaya otentik Bangsa Indonesia.

5. Menciptakan pemahaman inklusif dan kooperatif terhadap pola kehidupan sosial yang lebih menghargai, menghormati dan bertanggung jawab terhadap pola interaksi sosial antar sesama warga negara.

C. FILOSOFI KEGIATAN

Sebuah negara tidak akan pernah mengalami kemajuan ketika negara tersebut tidak mempunyai sikap inklusif terhadap interaksi global dengan Negara-negara lain. Suatu Negara juga akan merasa teralienasi dengan negara lain dalam kancah percaturan peradapan ketika Negara tersebut mengedepankan paradigma eksklusif-konserfatif serta rejektif terhadap interaksi –komunikasi- global Universal.

Memenag tidak mudah bagi suatu bangsa dan Negara untuk mengambil sikap receptive maupun rejektif terhadap influensi yang dihasilkan oleh proses inreksi global secara kontinyu. Dalam hal ini negara harus memiliki kepekaan dalam melakukan seleksi dalam berbagai hal yang menginfiltrasi otentisitas bangsa dan negara tersebut dalam multi sector.

Dalam bidang kebudayaan misalnya, menjadi hal yang paling rawan munculnya perkawinan budaya antara budaya satu dengan budaya yang lain. Akulturasi dan difusi budaya ini jelas-jelas akan membewa dampak pada menghilangnya budaya local genuine yang mencerminkan nilai-nilai tertentu yang dianut oleh suatu masyarakat menjadi berubah dari nilai-nilai dan otentisitas yang disakralkannya.

Perubahan nilai-nilai otensisitas dan sakralistik yang ada dalam setiap budaya ini setidaknya dilatarbelakangi oleh pandangan dunia absthenchoung kapitalistik yang secara bombastis merupah pandangan hidup baik masyarakat maupun Negara menjadi serba orientasi materialis. Dalam kasus kontemporer (modern cases) sekarang ini yang terjadi di negara kita ini sebuah adat budaya yang seharusya ditampilkan dan dilakonkan pada momen-momen tertentu dengan ritme dan genre yang khas harus dieksploitasi menjadi komoditi yang siap disajikan kapanpun dan dimanapun sesuai pesanan. Sungguh pemerkosaan terhadap eksistensi budaya itu sendiri.

Dari filosofi tempramen inilah kemudian, Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan dalam hal ini Kepanitiaan Dies Natalis mengembil inisiatif untuk membuat kegiatan Sarasehan Budaya ini dengan tema “Jangan Nodai Budaya Bangsaku” tentunya kegiatan ini bukanlah satu-satunya bentuk kepedulian dalam tahap suksesi pelestarian kebudayaan akan tetapi kegiatan ini yang pasti merupakan bukti kesadaran akan pentingnya pelestarian kebudayaan Bangsa dan Negara menuju kejayaan bangsa dan negara yang bebas merdeka.

D. SOFISTIVIKASI KEGIATAN

Sebagaimana kegiatan pada lazimnya, maka kegiatan Dies Natalis Universitas dan Sarasehan Budaya yang kami selenggarakan ini mengangkat grand tema “Yudharta Bartabur Budhaya adapun sub tema dari kegiatan ini adalah “Jangan Nodai Budaya Bangsaku” ini diselenggarakan karena adanya dorongan motivasi yang kuat untuk menggugah kesadaran (common conciousness) semua elemen masyarakat untuk melestarikan kebudayaan Bangsa Indonesia yang pluralistic serta melakukan proteksi dan filterisasi terhadap masuknya budaya asing yang akan membawa dampak pada terancamnya otentisitas nilai-nilai kebudayaan bangsa kita. Kegiatan ini juga merupakan bukti nyata kepedulian mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan terhadap eksistensi budaya bangsanya yang sudah banyak tersakiti oleh elemen bangsa yang merasa gengsi, risih dan apatis terhadap keberadaan kebudayaan bangsa sendiri.

E. LANDASAN HUKUM

1. Landasan Operasional

a. Undang-undang dasar Republik Mahasiswa (RM) Universitas Yudharta

Pasuruan

b. Kepmendikbud No. 155/U/1998 tentang PO Kemahasiswaan di PT

c. Statuta Universitas Yudharta Pasuruan.

d. Keputusan Rektor Universitas Yudharta Pasuruan No.

040/S1/A1.UYP/04/2003 tentang Pedoman Umum Pembinaan

Kemahasiswaan.

  1. Landasan Idiil

a. Pancasila

b. Undang-undang dasar (UUD) 1945

F. DESAIN KEGIATAN

1. Nama dan Tema

a. Nama Kegiatan

Kegiatan yang kami selenggarakan ini bernama Dies Natalis Universitas & Sarasehan Budaya.

b. Tema Kegiatan

Kegiatan yang kami laksanakan ini mengambil grand tema “Yudharta Bartabur Budhaya”. Adapun sub tema kegitan ini adalah “Jangan Nodai Budaya Bangsaku”

2. Waktu dan Tempat Kegiatan

a. Waktu Kegiatan

Dies Natalis Universitas & Sarasehan Budaya ini akan dilaksanakan pada :

Hari : jum’at- sabtu

Tanggal : 24-25 Agustus 2007

Waktu : Sebagaimana dalam manual kegiatan.

b. Tempat Kegiatan

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Panitia Dies Natalis Universitas & Sarasehan Budaya ini diselenggrakan di hall meeting centre Universitas Yudharta.

3. Penyelenggara Kegiatan

a. Kegiatan Dies Natalis Universitas & Sarasehan Budaya ini sepenuhnya diselenggarakan oleh seluruh civitas akademika Universitas Yudharta Pasuruan, yang selanjutnya ditentukan kepanitiaan.

b. Mengenai susunan kepanitiaan Dies Natalis Universitas & Sarasehan Budaya sebagaimana terlampir.

4. Publik Peserta

Sasaran kegiatan pelantikan seminar ini meliputi :

a. Masyarakat umum

b. OKP (Organisasi kepemudaan)

c. ORMAS (Organisasi Masyarakat)

d. OSIS se-Pasuruan

e. BEM se-Pasuruan

f. Organisasi Mahasiswa RM UYP

g. Seluruh Mahasiswa UYP.

5. Sumber dan Estimasi Dana

a. Sumber Dana

Sumber dana dalam penyelenggaraan kegiatan ini diperoleh melalui :

1. Universitas Yudharta Pasuruan

2. Instansi-instansi terkait

3. Para Donatur/dermawan yang tidak mengikat

b. Estimasi Dana

Adapun anggaran yang diperlukan dalam kegiatan Dies Natalis Universitas & Sarasehan Budaya yang diselenggarakan selama satu hari satu malam ini sebesar Rp. 29.341.500 (Dua puluh sembilan juta tiga ratus empat puluh satu ribu lima ratus rupiah). dengan rincian estimasi dana terlampir.

6. Publikasi

Untuk kesuksesan kegiatan Dies Natalis Universitas & Sarasehan Budaya yang diselenggarakan ini, akan dilakukan sosialisasi dan publikasi melalui media pendukung antara lain:

a. Papan Baliho Kegiatan

b. Spanduk dan Umbul-umbul

c. Pamflet dan Poster

B. PENUTUP

Demikian project proposal ini kami susun, dengan harapan dapat menjadi pertimbangan serta memperoleh tanggapan dari berbagai pihak, yang turut peduli dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Adapun hal-hal yang belum tercantum dalam manual kegiatan ini, terutama yang berhubungan dengan penambahan dan perubahan yang bersifat mendesak akan diatur kemudian sesuai dengan kebutuhan.

Sekian dan terima kasih

—ooo—

Pasuruan, 26 Juli 2007

Lampiran 1

Susunan Panitia

Pelindung Kegiatan : H. Agus Sholehuddin (Kepala Yayasan Darut Taqwa)

Penanggung Jawab : Prof.Dr. Moh. Sochib M.Pd (Rektor UYP)

Starring Committee : Drs. Wiwin Fachruddin M.Ag (Pembantu Rektor I)

M. Kholid Murtadlo M.Ba (Pembantu Rektor II)

Hamzah Yasin ST (Pembantu Rektor III)

Operasional Committe : Ketua : M. Solichin Darmaga

Sekretaris I : M Syafa’ Rahardjo

Sekretaris II : Naning Aula fahmi

Bendahara I : Imam Erianto Luzam

Bendahara II : Bibi Maria Islam

æ DEVISI ACARA

Ø M. Fadli (koord)

Ø Afifuddin

Ø Rohmadi

Ø Derajat

Ø Khafidz Rosyidi

Ø Yeni

Ø Ana

Ø Zainul akhwan

æ DEVISI HUMAS

Ø Solekhan

Ø Bahrul hidayat

Ø Sunjoto

Ø Yoga

Ø Zarkasi

Ø Darul

Ø Mujib

Ø Edi

Ø Hanif

æ DEVISI KESEKRETARIATAN

Ø Nur Sya’roni (koord)

Ø Idrus al-hakim

Ø Tu’ti Muzayanah

Ø Srigati Ningsih

Ø Imron M

Ø Mada K

Ø Syaifuddin Su’ adi

æ DEVISI PLK dan Dek.Dok.

Ø Yayak (koord)

Ø Muzakki

Ø Kawakibul

Ø Samsul

Ø Sailan

Ø Hery sunarno

Ø Suwarno

Ø Zaki afif

æ Devisi Keamanan

Ø Keamanan pondok pesantren Ngalah

æ DEVISI KONSUMSI

Ø Mukhlisin

Ø Siti Munadifah

Ø M. ali

Ø Khoirotun Nisa’

Ø Abd. Kohar

Ø Subadri

Ø Ida lumhatul fuad

Ø Lailatul Maftukha

Ø Khoirul Nisa’

Ø Farida

Ø Lailatul muslimah

æ DEVISI PENDANAAN

Ø Sulis (Koord)

Ø Kiki

Ø Gufron

Ø Firnas

Ø Bustomi

Ø Rokhim

Ø Munir

Ø Jeni

Ø Obas

Ø Zainul

Lampiran 2

MANUAL ACARA

24 agustus 2007

WAKTU

AGENDA

PETUGAS

19.00-1930

Chek in peserta

Sie Kesekretariatan

Pra Acara

Group Sholawat Gawat-Darurat

19.30-20.00

Opening ceremony

Nur Hurrotullaili

Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yudharta

Paduan Suara Mahasiswa

Sambutan-sambutan

Ø Sambutan Rektor UYP

Prof.DR. Shohib, M.Pd.

Ø Sambutan Ketua Yayasan

H. Agus Sholikhuddin

Ø Sambutan + membuka acara Bupati Pasuruan

KH. Jusbakir Aljufri, SH. MM

Ø Prosesi Dies Natalies

Prof.DR. Shohib, M.Pd.

20.00-23.00

Nada dan dakwah

Cak Nun + kyai kanjeng group

23.00-selesai

Penutup dan Do`a

KH. Sholeh Bahrudin dan Cak Nun

25 agustus 2007

WAKTU

AGENDA

PETUGAS

08.00-08.30

Chek in peserta

Sie Kesekretariatan

Pra Acara

el-izzah crew

08.30-09.00

Opening ceremony

Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yudharta

Sambutan-sambutan:

Ketua Pelaksana

Presiden Mahasiswa

Nur Hurrotul Laili

Paduan Suara Mahasiswa

M. Sholichin Darmaga

Zainal Akhwan

09.00-12.00

Pentas Teater

“Anak Adam Tanpa Jenis Kelamin”

Sarasehan Budaya

Teater El-Izzah

Moderator :

Muhtar Wahyudi M.Si

Narasumber :

M.H. Ainun Najib

12.00-selesai

Jumpa Fans dan ramah tamah

Lampiran 3

Estimasi Dana

Devisi Acara

No.

Uraian

Harga

1.

Fee Nara sumber :

M. H. Ainun Najib + Kyai Kanjeng

Rp. 15.000.000

2.

Fee moderator (Mukhtar Wahyudi, M.si)

Rp. 500.000

4

PSM Crew

Rp. 200.000

Total

Rp.15.700.000

Devisi Kesekretariatan

No.

Uraian

Harga

1.

Tinta Print

Rp. 22.000

2.

Kertas 1 Rim

Rp. 30.000

3.

Pembuatan Stempel

Rp. 35.000

4.

Bantalan Stempel

Rp. 8.000

5.

Tinta Stempel

Rp. 4.000

6.

Map

Rp. 4.000

7.

ID card Panitia

Rp. 50.000

8.

Spidol Besar 3 buah @ 4.000

Rp. 12.000

9.

Pembuatan Undangan 200 lembar

Rp.150.000

10.

Gunting 2 buah @ Rp. 7.500,-

Rp. 3.000

11.

Cutter 2 buah @ 1.500,-

Rp. 10.000

12.

Bolpoint 5 buah @ 2.000

Rp. 10.000

13.

Staples 2 buah @ 5000,-

Rp. 10.000

14.

Isi Staples

Rp. 2.000

15.

Glukol besar

Rp. 1.500

16.

Foto copi

Rp. 50.000

17.

Pembuatan Stiker 300 lembar

Rp.300.000

18.

Kertas plano 20 lembar

Rp. 10.000

19.

Pembuatan proposal

Rp. 10.000

20.

Penggandaan proposal 20 eks @ 3.000

Rp. 60.000

21

Vandel 3 Buah @ 20.000

Rp. 60.000

Total

Rp.841.500

Devisi Konsumsi

No.

Kebutuhan

Harga

1.

Prasmanan VIP

Rp. 500.000

2.

Snack Pesarta

Rp. 1.500.000

3.

Air mineral 30 kardus

Rp. 300.000

4.

Teh botol 15 krat

Rp. 500.000

5.

Snack VIP

Rp. 200.000

6.

Konsumsi panitia + keamanan

Rp. 2.250.000

7.

Rokok 5 pres @ 65.000

Rp. 325.000

8.

Transport pengambilan konsumsi

Rp. 100.000

9.

Konsumsi crew musik

Rp. 500.000

10.

Lain-lain

RP. 50.000

Total

Rp. 6.100.000

Devisi Humas

No.

Uraian

Harga

1.

Transport penyebaran undangan

Rp. 550.000

2.

Transpot pengambilan alat musik

Rp. 300.000

3.

Transport menghubungi nara sumber

Rp. 1.000.000

4.

Publikasi kegiatan

Rp. 1.000.000

Total

Rp.2.850.000

Devisi Pendanaan

No.

Uraian

Harga

1.

Transport penyebaran propsal 20 lokasi

@ 20.000

Rp. 400.000

Total

Rp. 400.000

Devisi Keamanan

No.

Kebutuhan

Harga

1.

Fee Tim keamanan

Rp. 200.000

2.

Kartu parkir 1 paket

Rp. 150.000

Total

Rp. 350.000

Devisi Perlengkapan dan Dek.Dok

No.

Kebutuhan

Harga

1.

Dekorasi kegiatan

Rp. 200.000

2.

Sewa Sound sistem

Rp. 500.000

3.

Dokumentasi kegiatan

Rp. 400.000

4.

Sewa Panggung

Rp. 2.000.000

Total

Rp.3.100.000

Ø Grand total anggaran dana

ü Devisi Acara Rp. 15.700.000

ü Devisi kesekretariatan Rp. 841.500

ü Devisi Humas Rp. 2.850.000

ü Devisi konsumsi Rp. 6.100.000

ü Devisi PLK dan Dek.Dok Rp. 3.100.000

ü Devisi Pendanaan Rp. 400.000

ü Devisi keamanan Rp. 350.000+

Rp. 29.341.500

Terbilang : dua puluh sembilan juta tiga ratus empat puluh satu ribu lima ratus rupiah


Lampiran 4

Konsepsi kegiatan

Sebagaimana lazimnya kegiatan pada umumnya, dalam kegiatan ini kami mengetengahkan Dies Natalis Universitas & Sarasehan Budaya yang bertemakan Yudharta Bertabur Budayakegiatan yang di desain dengan orintasi pembumian pemahaman tentang pentingnya memegang Budaya bangsa bagi masyarakat sehingga nantinya masyarakat akan memiliki kesadaran (civil conciousness) serta kepedulian terhadap pelestarian budaya Indonesia. Ketika atmosfer semacam ini sudah terbangun maka kebudayaan di Indonesia akan menjadi media pengejawantahan tata hidup berbangsa dan bernegara yang beradab dan bermartabat. Oleh karena itu

Pengubalan dan pelaksanaan dasar kebudayaan kebangsaan adalah perlu bagi Negara Indonesia yang sedang membangun dan yang mempunyai penduduk pusparagam yang mengamalkan budaya yang berbeda-beda.

Dasar ini dapat menjadi garis panduan dalam membentuk serta mewujudkan satu bangsa yang bersatu padu serta mengekalkan identity Negara dikalangan dunia antar bangsa. Namun demikian pelaksanaannyaadalah rumit dan tidak dapat dicapai dalam masa yang singkat. Kesadaran dan kefahaman yang luas akan dapat membantu tercapainya hasrat dan cita-cita pelaksanaan dasar ini karena dengan keinsafan itu kebudayaan kebangsaan akan dapat dibedakan dengan kebudayaan kesukuan atau kebudayaan kaum. Kebudayaan yang dipupuk itu akan mencirikan sifat-sifat persamaan yang melampaui batas-batas suku kaum dan memperlihatkan kepribadian kebangsaan Indonesia itu sendiri sebagai sebuah Negara yang merdeka.

Lantaran abstraksi diatas itulah, Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan Dengan mengetengahkan acara tersebut bermaksud mengajak semua elemen bangsa untuk mengetahui akan signifikansi Kebudayaan tersebut guna menjaga identritas dan ciri khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

—o000o—

LEMBAR KONTRA PRESTASI

SARASEHAN BUDAYA DAN DIES NATALIS IV

UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN

Dalam rangka Dies natalis universitas Yudharta Pasuruan dan Sarasehan Budaya dengan grand tema “Yudharta bertabur Budaya”. Dan sub tema “jangan nodai Budaya bangsaku”, panitia pelaksana menawarkan rekanan kerjasama (Sponsor ship) kepada instansi, perusahaan, dan lembaga terkait dalam kegiatan ini. Disamping sebagai usaha pemasarah priduk rekanan kerjasama ini juga berfungsi untuk lebih mendekatkan serta menjalin hubungan yang lebih harmonis antara dunia kebudayaan dengan dunia profesi. Adapun bentuk kerjasama yang kami tawarkan adalah sebagai berikut:

a. Sponsor Tunggal

Sponsor tunggal adalah pihak sponsor yang menyediakan anggaran dana 70 % (Tujuh puluh persen) dari total anggaran dana yang dibutuhkan dalam kegiatan ini. Adapaun hak istimewa yang kami berikan antar lain :

1. Pihak sponsor tunggal berhak menggunakan 85 % (delapan puluh lima persen) dari media publikasi yang disediakan panitia pelaksana berdasarkan kesepakan dan persetujuan kedua belah pihak.

2. Pihak sponsor tunggal tidak memonopoli kegiatan publikasi dan tidak ada masukan sponsor lain (sponsor utama, sponsor pendamping, dan sponsor pendukung)

3. membayar kontribusi anggaran kegiatan sebesar Rp.20.500.000,-

b. Sponsor Utama

Sponsor utama adalah pihak sponsor yang menyediakan anggaran dana 60 % (enam puluh persen) dari total anggaran dana yang dibutuhkan dalam kegiatan ini. Adapun hak istimewa yang kami berikan antara lain :

1. Pihak sponsor utama berhak mencatumkan logo produk atau perusahaan sebesar 75 % dari media publikasi yang disediakan oleh panitia pelaksana berdasarkan kesepakan dan persetujuan kedua belah pihak.

2. Pihak sponsor utama tidak memonopoli kegiatan publikasi dan tidak ada masukan sponsor lain (sponsor pendamping, dan sponsor pendukung)

3. Membayar kontribusi anggaran kegiatan sebesar Rp.17.500.000,-

c. Sponsor Pendamping

Sponsor pendamping adalah pihak sponsor yang menyediakan anggaran dana 40 % (empat puluh persen) dari total anggaran dana yang dibutuhkan dalam kegiatan ini. Adapun hak istimewa yang kami berikan antara lain :

1. disediakan hanya untuk dua sponsor pendamping dengan jenis produk yang berbeda dan diberikan hak mencantumkan logo produk atau perusahaan masing-masing sebesar 50 % dari media publikasi yang disediana panitia pelaksana berdasarkan kesepakan dan persetujuan kedua belah pihak.

2. Pihak sponsor pendamping tidak memonopoli kegiatan publikasi, tetapi diperbolehkan adanya masukan sponsor lain (sesama sponsor pendamping, dan sponsor pendukung)

3. membayar kontribusi anggaran kegiatan sebesar Rp.11.700.000,-

d. Sponsor pendukung

Sponsor pendukung adalah pihak sponsor yang menyediakan anggaran dana 20 % (dua puluh persen) dari total anggaran dana yang dibutuhkan dalam kegiatan ini. Adapaun hak istimewa yang kami berikan antara lain :

1. disediakan hanya untuk tiga sponsor pendukung dengan jenis produk yang berbeda-beda dan diberikan hak mencantumkan logo produk atau perusahaan masing-masing 30 % dari media publikasi yang disediana panitia pelaksana berdasarkan kesepakan dan persetujuan kedua belah pihak.

2. Pihak sponsor utama tidak memonopoli kegiatan publikasi tetapi diperbolehkan adanya masukan dari sponsor lain (sesama sponsor pendukung)

3. membayar kontribusi anggaran kegiatan sebesar Rp. 5.800.000,-

e. Donator

Bagi perorangan, perusahaan maupun instansi terkait kami tidak menutup kemungkinan dalam menerima sumbangan sukarela (donator) yang berisfat tidak mengikat dan merugikan bagi semua pihak yang bersangkutan.

f. Ketentuan-ketentuan lain

1. Pembayaran

Setiap pembayaran dari pihak sponsor ship harus disertai dengan uang muka sekurang-kurangnya 50 % dari nilai kontrak yang dibayar pada saat penandatanganan surat perjanjian sedang sisanya dapat dibayarkan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak yang sudah ditetapkan.

2. pembatalan

a. Pembatal dari pihak panitia

segala yang berkenaan dengan pembatalan kontrak rekanan kerjasama yang dilakukan oleh pihak panitia, maka panitia berkewajiban mengembalikan seluruh anggaran dana yang telah dibayarkan oleh pihak sponsor.

b. Pembatalan dari pihak sponsor ship

segala yang berkenaan dengan pembatalan dengan kontark rekanankerjasama yang dilakukan oleh pihak sponsor, akan dikenakan aturan sebagai berikut:

Ø bagi pihak sponsor yang baru membayar 50% – 70% (lima puluh persen sampai tujuh puluh persen) dari total kesepakatan haraga kontrak, maka pihak panitia hanya akan mengembalikan 20 % (dua puluh persen) dari bukti pembayaran pihak sponsor tersebut.

Ø Sedangkan bagi pihak sonsor yang sudah membayar lunas, pihak panitia hanya akan mengembalikan 70 % (tujuh puluh persen) kepada pihak sponsor tersebut.

3. pelunasan

Ø pada saat pengisian formulir kerjasama, pihak sponsor diwajibkan membayar sebesar dari perjanjian yang telah disepakati dan sisanya dapat dilunasi sewaktu kontra prestasi mulai dilaksanakan oleh kedua belah pihak.

Ø Perjanjian kontrak dilakukan oleh pihak panitia dengan pihak sponsor yang bersangkutan

Pada lembar selanjutnya panitia berkenan menawarkan berbagai alternativ rekan kerjasama (sponsor ship) yang tentu saja bias diubah sesuai dengan selera pihak sponsor, dengan tanpa mangabaikan persetujuan dan hasil negosiasi yang telah disepakati dengan pihak panitia. Disamping itu pihak panitia dapat menerima berbagai model rekanan kerjasama publikasi yang lain selama tidak menyimpang dari grand tema kegiatan yang telah diajukan.

LEMBAR MEDIA PROMOSI

SARASEHAN BUDAYA DAN DIES NATALIS IV

UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN

Untuk melengkapi project proposal kegaiatan yang kami selenggarakan ini, sekaligus menjadi acuan bagi terlaksananya kontra prestasi yang telah sepakati anatar kedua belah pihak, maka kami sertakan berbagai bentuk layanan promosi yang simple dan akurat. Adapun bentuk–bentuk promosi tersebut terdiri dari :

A. Media Layanan Dilapangan

1. Baliho

Bahan media : tripek – kaso – kerangka bamboo (kayu)

Ukuran media : 3 X 2 meter

Jumlah media : 2 buah

Lokasi pemasangan : tempat-tempat strategis

Lama pemasangan : 2 minggu ( 11 – 25 agustus 2007)

Tema kegiatan : jangan nodai budaya bangsaku

Harga satuan sponsor : Rp.500.000

Harga total : Rp. 1.000.000

Desain promosi : lihat gambar 1

2. Spanduk

Bahan media : kain tetron

Ukuran media : 6 X 1,30 meter

Jumlah media : 3 buah

Lokasi pemasangan : jalan-jalan protokol di sekitar disekitar lokasi kegiatan.

Lama pemasangan : 2 minggu ( 11 – 25 agustus 2007)

Tema kegiatan : jangan nodai budaya bangsaku

Harga satuan sponsor : Rp.100.000

Harga total : Rp. 200.000

Desain promosi : lihat gambar 2

3. Umbul-umbul

Bahan media : kain tetron

Ukuran media : 5 X 0,60 meter

Jumlah media : 50 buah

Lokasi pemasangan : ruas jalan sepanjang lokasi kegiatan

Lama pemasangan : 5 hari ( 20 – 25 agustus 2007)

Moto kegiatan : sarasehan budaya dan dies natalis Universitas

Yudharta pasuruan

Tema kegiatan : jangan nodai budaya bangsaku

Harga satuan sponsor : Rp.50.000

Harga total : Rp. 2.500.000

Desain promosi : lihat gambar 3

4. poster

Bahan media : kertas lux

Ukuran media : 40 cm X 60 cm

Jumlah media : 1000 lambar

Lokasi pemasangan : tempat-tempat strategis .

Lama pemasangan : 2 minggu ( 11-25 agustus 2007)

Tema kegiatan : jangan nodai budaya bangsaku

Harga satuan sponsor : Rp.500

Harga total : Rp. 250.000

Desain promosi : lihat gambar 4

5. Pamflet

Bahan media : Kertas HVS

Ukuran media : A4 (21×29,7 cm) 80 gram

Jumlah media : 1000

Lokasi pemasangan : tempat-tempat strategis

Lama pemasangan : 2 minggu (11-25 agustus 2007)

Tema kegiatan : jangan nodai budaya bangsaku

Harga satuan sponsor : Rp. 250,-

Harga total : Rp. 250.000

Desain promosi : lihat gambar 4

B. Iklan Bersama Media Masa

1. Media Koran dan Majalah

a. Koran Harian : Radar Bromo se-Jawa Timur, Malang Pos dan Surya

Terbitan : Setiap hari selama 1 minggu

Ukuran Media : 10×25 cm

Harga Sponsor : @ Rp. 150.000 x 1 terbit permedia

Harga total : Rp. 7.500.000

Desain Promosi : Lihat Gambar 5

b. Jurnal dan Majalah : Mozaik, Inovasi, Edukasi, Horison

Terbitan : edisi terbaru

Ukuran media : 10×25 cm

Harga Satuan Sponsor : @ Rp. 250.000 persatu kali terbitan

Harga Total : Rp. 1.050.000

Desain promosi : Lihat Gambar 5

2. Media Penyiaran

a. Siaran Radio : Warna FM, Suropati FM

Lama Penyiaran : 15 Hari (3x Sehari)

Durasi : 1 Menit

Harga Satuan Sponsor : @ 15.000 permenit

Harga Total : Rp. 900.000

C. Iklan Pada Fasilitas Kegiatan

1. Kaos Panitia

Bahan : Kain Cotton

Ukuran : L

Warna : Merah Tua

Lengan : Panjang

Jumlah : 70

Harga Satuan Sponsor : @ Rp. 25.000

Harga Total : Rp. 1.750.000,-

Desain Promosi : Lihat Gambar 6

2. Sertifikat

Bahan : Kertas Linen

Ukuran : A4 (21×29,7) 100 gram

Warna : Putih Tulang

Jumlah : 500 lembar

Harga Satuan Sponsor : @ Rp. 1000

Harga Total : Rp. 500.000

Desain Promosi : Lihat Gambar 7

3. Block Notes

Bahan : Kertas HVS

Ukuran : ½ Kwarto 80 gram

Warna : Hijau

Jumlah : 500 Buah

Harga Satuan Sponsor : @ Rp. 1000

Harga Total : Rp. 500.000

Desain Promosi : Lihat Gambar 8

4. ID Card Panitia dan Peserta

Bahan : Kertas Linen

Ukuran : 5 x 8 cm

Warna : Merah Tua

Jumlah : 600

Harga Satuan Sponsor : @ Rp. 500

Harga Total : Rp. 300.000

Desain Promosi : Lihat Gambar 9

Keterangan

· Setiap bentuk-bentuk dari desain promosi yang tertera di atas dapat dirubah atau disesuaikan sebagaimana motif yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

· Hal-hal yang menyangkut biaya dan harga promosi, baik yang ditawarkan oleh pihak panitia maupun pihak sponsor, dapat dinegosiasikan pada saat melakukan kontra kerjasama dari masing-masing pihak

· Adapaun desain promosi yang dirancang oleh panitia dapat dibicarakan lebih lanjut pada saat penandatanganan kontra Kerjasama.

PROPOSAL PENYULUHAN DEMAM BERDARAH

LEMBAR PENGESAHAN

No :003/Pan.Pen.DBD/BEM-PAS-I /A-1/V/2008

Nama Kegiatan

:

PENYULUHAN WABAH DEMAM BERDARAH DAN PEKAN LINGKUNGAN BERSIH

Tema Kegiatan

:

“Kenali, Atasi, Selamatkan Lingkungan dari Demam Berdarah”

Waktu Kegiatan

:

· Desa Tapaan, Kec. Bugul Kidul Pasuruan

Tahap I (Penyuluhan) Tanggal 5 Juni 2008

Tahap II dan III (Pekan Lingkungan Bersih) tanggal 8 dan 15 Juni 2008

· Desa Bukir, kec. Gadingrejo Pasuruan.

Tahap I (Penyuluhan) tanggal 17 Juni 2008

Tahap II dan III (Pekan Lingkungan Bersih) tanggal 22 dan 29 Juni 2008

· Desa Kebonsari, Kec. Purutrejo Pasuruan.

Tahap I (Penyuluhan) Tanggal 1 Juli 2008

Tahap II dan III (Pekan Lingkungan Bersih) tanggal 6 dan 13 Juli 2008

Tempat Kegiatan

:

1. Desa Tapaan Kecamatan Bugulkidul Pasuruan

2. Desa Bukir kecamatan Gadingrejo Pasuruan.

3. Desa Kebonsari kecamatan Purutrejo Pasuruan.

Publik Peserta

:

Kader Kesehatan, Pemuda Karang Taruna, dan Masyarakat desa Tapaan Kec. Bugul Kidul, Desa Bukir Kec. Gadingrejo dan Desa Kebonsari Kec.Purutrejo Pasuruan.

Penyelenggara Kegiatan

:

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Pasuruan (BEM-PAS) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan.

Biaya Kegiatan

:

Rp. 6.340.000, (Enam Juta Tiga Ratus Empat puluh Ribu Rupiah )

Pasuruan, 30 Mei 2008

PANITIA

KETUA PANITIA

Bela Nusa Bangsa

SEKRETARIS

Ach. Subadar Fikri

Mengetahui,

KOORDINATOR BEM-PAS

Rahmadi

Project Proposal

PENYULUHAN WABAH DEMAM BERDARAH DAN PEKAN LINGKUNGAN BERSIH

ALIANSI BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA SE- PASURUAN (BEM-PAS)

“Kenali, Atasi, Selamatkan Lingkungan Dari Demam Berdarah”

A. LATAR BELAKANG

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa wabah demam berdarah bukan saja menjadi masalah di daerah kita saja, akan tetapi sudah menjadi masalah nasional. Di Indonesia di perkirakan sudah tidak ada lagi satupun propinsi yang terbebas dari demam berdarah. Terutama di propinsi Jawa Timur, dimana Surabaya sebagai Ibu Kota Propinsi Jawa Timur adalah kota ditemukan pertama kalinya Demam Berdarah di Indonesia pada tahun 1968. Baca lebih lanjut

PROPOSAL KONGRES ALIANSI BEM

LEMBAR PENGESAHAN

No :003/Pan.KGRS/BEM-PAS-I /A-1/I/2008

Nama Kegiatan

:

1. KONGRES BEM-PAS I (PERTAMA)

2. REFLEKSI KEBANGSAAN

3. AKSI SOSIAL

Tema Kegiatan

:

“Enhancing student quality and participaty to bring up Pasuruan into the real OTODA”

Waktu Kegiatan

:

23-26 Februari 2008

Tempat Kegiatan

:

1. KONGRES BEM-PAS I (PERTAMA)

Ø Gedung SKB Pandaan Pasuruan

2. REFLEKSI KEBANGSAAN

Ø Gedung SKB Pandaan Pasuruan

3. AKSI SOSIAL

Ø Pasuruan

Publik Peserta

:

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Pasuruan

Penyelenggara Kegiatan

:

Panitia Kongres BEM-PAS.

Biaya Kegiatan

:

Rp. 19.724.500,-(Sembilan belas juta tujuh ratus dua puluh empat ribu lima ratus rupiah).

Pasuruan, 20 Januari 2008

PANITIA

KONGRES I (PERTAMA)

BADAN EKSEKUTIF MAGASISWA Se-Pasuruan (BEM-PAS)

KETUA PANITIA

M. Subadar

SEKRETARIS

M.Khoiruddin

Mengetahui,

KOORDINATOR BEM-PAS

Rahmadi

Project Proposal

KONGRES BEM-PAS I (PERTAMA), REFLEKSI KEBANGSAAN DAN AKSI SOSIAL

ALIANSI BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA Se-PASURUAN

Enhancing student quality and participaty to bring up Pasuruan

into the real OTODA”

A. PENDAHULUAN

Tata bangsa yang sehat dan bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme adalah sesuatu yang sangat diidam-idamkan bangsa Indonesia hari ini. Harapan-harapan rakyat adalah bagaimana agar mereka bisa hidup lebih sejahtera secara ekonomi maupun politik. Secara ekonomi, rakyat Indonesia hanya menginginkan kenaikan pendapatan perkapita, harga-harga kebutuhan pokok (merit goods) yang tidak mahal, pendidikan murah, berkurangnya angka kemiskinan, turunnya inflasi dari berbagai indikasi kemakmuran lainnya. Secara politik, rakyat berkehendak agar demokrasi bisa berjalan sebagaimana mestinya: menghargai hak menyampaikan pendapat, menghormati hak asasi manusia, bebas berkreasi dan berorganisasi, dan penghargaan terhadap kebebasan berpendapat lainnya.

Pada saat yang sama kebutuhan dalam bidang politik dan ekonomi ini merupakan kebutuhan yang mesti diciptakan “bersama-sama” tentu karena imbasnya juga dirasakan secara bersama-sama pula. Lebih jauh lagi penghargaan yang seimbang antara kedua sektor ini, semestinya juga diikuti dengan penghargaan yang proporsional pula. Jika kondisi yang semacam ini sudah terbangun maka demokrasi akan tumbuh berkembang dengan subur dan politik sentralistik akan mati terkubur..

Dennis A Rondinelli (1981) mengatakan bahwa ada banyak hal yang bisa menjadi bukti bahwa sentralisasi politik merupakan kondisi dasar yang memicu tumbuhnya politik anti demokrasi. Kondisi-kondisi tersebut karena terlalu intensifnya planning pemerintah pusat yang sama sekali tidak diketahui persis oleh masyaralat bawah. Jika saja kita mengacu pada pandapat De Janvery (1983), maka sebenarnya setiap tindakan pemerintah itu berkenaan dengan kepentingan rakyat. Jadi bila rakyat sudah tidak mengerti dengan apa yang sedang dan akan dilakukan pemerintah maka pada saat itu pula telah terjadi pengingkaran kehendak rakyat oleh pemerintah (penguasa). Perlu diingat bahwa rakyat adalah stakeholder forum. pembicaraan tentang penguasa dan rakyat menjadi selalu menarik karena dalamnya sarat dengan konflik. Pernyataan ini sedikitpun tidak menarik ekstrimitas dari satu sudut pandang saja, karena riil yang terjadi di negara-negara yang dibangun atas teori konsensus (ingat Jhon Lock, JJ rosseau) pun kenyataan itu tidak bisa dihindarkan.

Munculnya UU no. 22/1999 yang mengatur tentang otonomi daerah di era reformasi ini bisa jadi merupakan bagian penting dari kehendak untuk tidak mengulang sistem otonomi masa orde baru (UU No. 5/1974). Keinginan daerah-daerah yang ada di Indonesia untuk menikmati otonomi daerah seluas-luasnya menjadi saru kenyataan. Hanya masalahnya sekarang, jika daerah-daerah tidak menyiapkan diri secara kritis tentang otonomi daerah maka garapan untuk menikmati hasil otonomi tersebut akan kecil kemungkinannya. Jika otonomi daerah sudah dijalankan maka pemerintah pusat sudah tidak mensubsidi daerah-daerah seperti dulu. Dengan begitu bagaimana daerah berfikir secara kritis dan kreatif serta memiliki kesiapan mental dari semua elemen masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Inilah deskripsi dari suasana otonomi daerah.

Banyak pendapat mengatakan otonomi daerah merupakan pilihan mutlak bagi negara-negara yang sedang berkembang. Dalam konteks akademik disebut sebagai the age of accelerating to local governmentera (percepatan pembangunan pemerintahan lokal). Pertanyannya mengapa daerah-daerah di Indonesia tampak sulit untuk membekali dirinya padahal amat banyak potensi alam, manusia, budaya, sosial, ekonomi dan sebagainya-dan sebagainya?

Semacam Pandangan

Sebuah aturan hukum akan akan berjalan dengan efekrif bila ditunjang dengan aparat-aparat yang kredibel dan kapabel serta ditopang dengan pemahaman dan kesadaran masyarakat atas sebuah aturan hukum. Demikian pula dalam menjalankan otoda, akan muncul problam mendasar yang akan menghambat pelaksanaan otoda. Problem tersebut menyangkut kesiapan infrastruktur-infrastruktur, SDM dan pemahaman masyarakat atas otonomi.

Pertama, Persoalan infrastruktur lebih menunjuk pada kesiapan birokrasi, departemen yang mengelola pembangunan proyek sektoral, serta dewan perwakilan rakyat yang mempunyai otoritas utama dalam otonomi daerah. Ketiga elemen inilah sebetulnya yang mempunyai peran langsung dalam pelasanaan dan pengawaasn (kontrol) atas otonomi daerah.

Kedua, persoalan SDM, persoalan ini sempat muncul ke permukaan publik dan sempat menjadi krusial dalam pelaksanaan SDM. Pada sisi birokrasi, mentalitas SDM masih nampak membawa nilai-nilai feodalism Orde Baru. Sedangkan pada pihak parlemen muncul problem rendahnya tingkat intelektualitas, yang ditunjukkan dengan rendahnya tingkat pendidikan. Hal ini akan mempersulit peran pengawasan dari perlemen terhadap Pemda, yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi dan rata-rata mempunayi pengalaman dan pengetahuan teknis menyelenggrakan pembangunan. Kedua problem tersebut dikhawatirkan akan semakin menyuburkan praktik-praktik KKN. lebih jauh lagi adalah munculnya raja-raja kecil di daerah sebagai akaibat dari kelemahnya DPRD dalam melakukan kontrol terhadap PEMDA.

Ketiga, adalah pemahaman masyarakat akan otonomi. Hal ini penting untuk menyamkan persepsi antara masyarakat dan Pemda dalam menjunjung pelaksanaan otonomi. Sosialisasi tentang otonomi daerah harus intensif dilakukan, sehingga makna otonomi dapat dipahami oleh masyarakat sesuai dengan substansi yang diharapkan.

Ketiga problem tersebut adalah relitas yang ada di masyarakat kita, walaupun antara daerah yang satu dengan daerah yang lain beda pada tingkat pemecahannya. Dan ketiga problem tersebut sebetulnya terlepas dengan aturan legal gormal. Ia lebih merupakan persoalan sosial yang metal yang apabila tidak diperhatikan secara serius akan menjadi hambatan yang cukup signifikan dalam pelaksanaan otonomi daerah.

Konsepsi tentang pembangunan di era otonomi daerah yang menurut pemerintah kita menjadi satu jalan menuju kemajuan (one way to progres) dan prasyarat akan terjedinya percepatan kemajuan negara berkembang ini yang harus melibatkan semua elemen masyarakat, maka dalam hal ini keterlibatan –mahaiswa- juga tidak menjadi kesiasiaan adanya.

Nah, mengintip pada hamparan tematik diatas, bahwasannya pembangunan di era otonomi daerah adalah sesuatu yang mencakup rasa persatuan dan kesatuan dalam melebur dan meluluhkan diri didalam kehendak umum yang mengacu pada semangat dan gotong royong. Hal ini tentunya tidak akan pernah terwujudkan jika tidak terinternalisir daram diri masyarakat dan teroganisir dalm aksi. Ketika atmosfer jalinan kooperatif-konstruktif semacam ini sudah terbangun maka pembagunan daerah menuju kamajuan tidaklah absurd dan utopis belaka.

Oleh karena dan dari pada itu,

Tentunya tidaklah arogan dan eksesif bagi masyarakat akademik –dalam hal ini mahasiswa- untuk turut berperan serta dalam proses pembangunan yang melelahkan tersebut. Karena pemuda ”mahasiswa” sebagai generasi yang akan menjadi penerus bangsa. In the end, Dari sinilah akhirnya kita menyatukan konstruk pemikiran, mainstream pergerakan serta paradigma perjuangan dengen membentuk aliansi Badan Eksekutuf Mahasiswa Se-Pasuruan yang terasosiasi dalam satu wujud institusi “BEM PAS” sebagai media pemersatu dan pemerkokoh ikatan mahasiswa Se-Pasuruan guna turut serta membantu pemerin tah dalam memajukan Pasuruan. Kiranya itu, kegiatan kongres ini terwujudkan bukan karena dilatar belakangi oleh sesuatu lelucon yang patut untuk di tonton dan ditertawakan.

Salam perjuangan…!

Semoga Dewata Agung menguatkan struktur jiwa dan raga kita yang rapuh ini dan semoga Dewata meridloi ’itikad baik kita…amin

Pasuruan Is My Best Dwelling Life

B. TUJUAN KEGIATAN

1. General Orientation (Orientasi Umum)

a. Kongres I (pertama) BEM-PAS

Kegiatan Kongres ini diselenggrakan atas mainstream pentingnya menggalang persatuan dan kesatuan dalam segala gerak perjuangan Badan Eksekutif Mahasiswa Pasuruan.

b. Refleksi Kebangsaan

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Kongres yang berupa pentas teatrikal yang dipentaskan oleh masing-masing teater Perguruan Tinggi di Pasuruan. Pada subtansinya kegiatan ini mengajak semua elemen bangsa untuk mentelaah dan merefleksi semua hikmah dari permasalahan yang akhir-akhir ini menimpa bangsa Indonesia dimana permasalahan tersebut tidak hanya memporak porandakan negara Indonesia pada satu sektor melainkan menerpa di berbagai sektor lainnya. Hal ini tentunya membuat compang-camping wajah Indonesia kita tercinta ini. Krisis moneter, krisis lepercayaan, krisis akuntabilitas politik, krisis budaya dan krisis-krisi lainnya apalagi hal ini diperparah dengan berbagai bencana alam yang silih berganti mendiami tanah air kita tercinta ini.

Masih mampukah kita sebagai bangsa Indonesia ketika diterpa berbagai problema yang belum ada endingnya ini?

c. AKSI SOSIAL

Kegiatan ini berupa sosialisasi seputar pemilihan kepala daerah Pasuruan yang dilakukan oleh KPUD Kab. Pasuruan. Kegiatan ini merupakan wujud kerjasama antara Badan Eksekutif Mahasiswa Pasuruan (BEM-PAS) dengan pihak terkait yang nantinya dalam kegiatan ini diharapkan akan membantu KPU dalam mensosialisasikan semua aturan main pemilihan kepala daerah dengan mudah dan sukses. Hal semacam ini sangatlah penting dilakukan karena sukses dan tidaknya proses pemilihan kepala daerah akan sangat dipengaruhi dengan sukses dan tidaknya sosialisasi yang dilakukan oleh KPU. Ketika masyarakat sudah paham dangan semua itu, maka sudah bisa diprediksikan akan minim terjadi kesalahan dan pilkada akan sukses dan tiada kendala.

2. Specific Orientation (Orientasi Khusus)

a. Kongres BEM-PAS

Dengan diadakannya kegiatan ini nantinya diharapkan Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Pasuruan mempunyai organ institusi formal yang akan menyatukan visi dan misi bersama dalam segala gerak perjuangan serta menjadi media pemererat hubungan antar BEM Se-Pasuruan secara formal-institusional.

b. Refleksi Kebangsaan

Dengan tetap mengacu pada deskripsi tematik yang telah terurai dalam latar belakang diatas, bahwa negara yang beradap adalah negara yang paham akan dirinya sendiri -paham akan segala keragaman dan potensi yang dimiliki- (knowing by it self). Dalam hal ini Negara paham akan dirinya secara totality -paham akan diri-nya dan mereka-nya- (kanapa kita begini dan harus beda dengan mereka). Oleh karena itu dengan adanya kegiatan ini nantinya diharapkan akan terbentuknya beberapa hal dibawah ini :

1. Memupuk rasa nasionalsime

2. Lebih tambah mencintai Negara Indonesia

3. Menambah keyakinan bahwa semua sejarah yang telah berlalu meninggalkan sejuta hikmah dan masa depan akan menghamparkan sejuta barokah. Pada intinya dalam kontek ini mempertancap rasa optimisme bangsa indonesia dalam menyelesaikan berbagai problema yang telah ada dihadapan mata bangsa tercinta.

c. AKSI SOSIAL

Kegiatan ini memberikan arti tentang:

Menumbuhkan semangat rasa kepedulian sosial (social awareness) mahasiswa pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam berperan secara aktif dalam membantu pamerintah guna menyongsong berbagai perbaikan yang mengarah pada progresifitas dan futuritas Pasuruan kedepan.

C. FILOSOFI KEGIATAN

Di era Otonomi daerah dimana suatu daerah harus menjalankan dan mengatur mekanisme pemerintahan sendiri, mengelola sumberdaya (baik alam maupun manusia) secara proporsional dan terarah guna kelangsungan, kemajuan dan kemakmuran masyarakat daerah tersebut. Memang itulah konsepsi ideal sebenarnya kalau kita berbicara otonomi daerah. Akan tetapi, kita juga harus bangun dan sadar bahwa pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya daerah tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Juga tidak semudah menutup mata. Juga tidak pula semudah tersenyum manis. Semuanya itu membutuhkan berjuta-juta nafas dan tenaga perjuangan yang luar biasa dari pemerintah daerah. Itupun belum cukup, harus juga didukung dengan seluruh elemen masyarakat yang saling bahu-membahu dalam pelukan yang menyatu, erat dan mesra serta berjalan harmonis. Nah, ini semua tentunya tidaklah arogan dan eksesif bagi masyarakat akademik –dalam hal ini mahasiswa- untuk turut berperan serta dalam proses pembangunan yang melelahkan tersebut. In the end, Dari sinilah akhirnya kita menyatukan konstruk pemikitan, mainstream pergerakan serta paradigma perjuangan dengen membentuk aliansi Badan Eksekutuf Mahasiswa Se-Pasuruan yang terasosiasi dalam satu wujud institusi “BEM PAS” sebagai media pemersatu dan pemerkokoh ikatan mahasiswa Se-Pasuruan dalam turut serta membantu pemerintah dalam memajukan Pasuruan. Kiranya itu, kegiatan kongres ini terwujudkan bukan karena dilatar belakangi oleh sesuatu lelucon yang patut untuk di tonton dan ditertawakan.

D. SOFISTIVIKASI KEGIATAN

Sebagaimana kegiatan pada lazimnya, maka Kegiatan Kongres I (pertama) BEM PAS, Refleksi Kebangsaan dan Aksi Sosial yang kami selenggarakan ini mengangkat grand tema “Enhancing student quality and participaty to bring up Pasuruan into the real OTODA” ini diselenggarakan karena adanya dorongan motivasi yang kuat untuk menggugah kesadaran (common conciousness) semua elemen masyarakat di Pasuruan untuk bersama-sama memerankan diri dalam menyongsong perubahan, pembangunan kearah kemajuan yang kita idam-idamkan di daerah kita tercinta ini. Proses percepatan pembangunan di dalam era otonomi daerah tanpa adanya dukunangan dari berbagai pihak baik pemerintah masyarakat umum kaum akademisi dan seterusnya-dan seterusnya pasti akan susah diwujudkan. Maka dari itu, kami sebagai mahasiswa menatap hal tersebut bertekad untuk menyatukan langkah gerakan dalam ikatan Dadan Eksekutif Mahasiswa Pasuruan (BEM PAS) untuk turut berbuat sebagaimana mestinya guna membantu pemerintah dalam melakukan pembangunan daerah si era OTODA menuju truely Pasuruan.

E. LANDASAN HUKUM

1. Landasan Operasional

a. Hasil musyawarah bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Pasuruan.

b. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangga BEM PAS

c. Tri Darma Perguruan Tinggi

  1. Landasan Idiil

a.Pancasila

b. Undang-undang dasar (UUD) 1945

F. DESAIN KEGIATAN

1. Nama dan Tema

a. Nama Kegiatan

Kegiatan yang kami selenggarakan ini bernama Kongres I (pertama) BEM PAS, Refleksi Kebangsaan dan Aksi Sosial

b. Tema Kegiatan

Kegiatan yang kami laksanakan ini mengambil grand tema “Enhancing student quality and participaty to bring up Pasuruan to the real OTODA”.

2. Waktu dan Tempat Kegiatan

a. Waktu Kegiatan

Kongres I (pertama) BEM PAS, Refleksi Kebangsaan dan Aksi Sosial ini akan dilaksanakan pada :

Hari : Sabtu-selasa

Tanggal : 23-26 Februari 2008

Waktu : Sebagaimana dalam manual kegiatan.

b. Tempat Kegiatan

Kegiatan Kongres I (pertama) BEM PAS ini diselenggarakan di gedung SKB Pandaan Pasuruan. Adapun Refleksi Kebangsaan dan Aksi Sosial diselenggarakan di Pasuruan

3. Penyelenggara Kegiatan

a. Kegiatan Kongres I (pertama) BEM PAS, Refleksi Kebangsaan dan Aksi Sosial ini sepenuhnya diselenggarakan oleh seluruh panitia kegiatan yang terdiri dari perwakilan mahasiswa perguruan tinggi Se-Pasuruan.

b. Mengenai susunan kepanitiaan Kongres I (pertama) BEM PAS, Refleksi Kebangsaan dan Aksi Sosial ini sebagaimana terlampir.

4. Publik Peserta

Sasaran kegiatan ini meliputi :

a. Seluruh mahasiswa dari perguruan tinggi Se-Pasuruan

b. BEM se-Pasuruan

c. Organisasi Mahasiswa Se-Pasuruan

d. Masyarakat umum

e. OKP (Organisasi kepemudaan)

f. ORMAS (Organisasi Masyarakat)

5. Sumber dan Estimasi Dana

a. Sumber Dana

Sumber dana dalam penyelenggaraan kegiatan ini diperoleh melalui :

1. Bantuan dari masing-masing institusi perguruan tinggi Se-Pasuruan

2. Instansi-instansi terkait

3. Para Donatur/dermawan yang tidak mengikat

b. Estimasi Dana

Adapun anggaran yang diperlukan dalam kegiatan Kongres I (pertama) BEM PAS, Refleksi Kebangsaan dan Aksi Sosial yang diselenggarakan selama 4 (empat) hari ini sebesar Rp.19.724.500. Terbilang : (Sembilan belas juta tujuh ratus dua puluh empat ribu lima ratus Rupiah). Dengan rincian estimasi dana terlampir.

6. Publikasi

Untuk kesuksesan kegiatan Kongres I (pertama) BEM PAS, Refleksi Kebangsaan dan Aksi Sosial yang diselenggarakan ini, akan dilakukan sosialisasi dan publikasi melalui media pendukung antara lain:

a. Papan Baliho Kegiatan

b. Spanduk dan Umbul-umbul

c. Pamflet dan Poster

B. PENUTUP

Demikian project proposal ini kami susun, dengan harapan dapat menjadi pertimbangan serta memperoleh tanggapan dari berbagai pihak yang turut peduli dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Adapun hal-hal yang belum tercantum dalam manual kegiatan ini, terutama yang berhubungan dengan penambahan dan perubahan yang bersifat mendesak akan diatur kemudian sesuai dengan kebutuhan.

Sekian dan terima kasih

—ooo—

Pasuruan, 20 Januari 2008

Lampiran 1Susunan Panitia

Pelindung : Seluruh Rektor Perguruan Tinggi Se-Pasuruan

Penanggung Jawab : Zainul Ahwan Shobry (Presma Univ. Yudharta Pasuruan)

Danang Wijaya (Presma STKIP Pasuruan)

Makhmud Alwi (Presma STAIPANA Bangil)

Much. Shoir (Presma YADHIKA Bangil)

Nur Rokhim (Presma STIT Muhammadiyah Bangil)

Mukaffi Khilmi (Presma UNMER)

Samsyuddin Bisri (Presma AKPER Gempol)

Kristantina KS (Presma AKPER Pasuruan)

Firda Ika Pratiwi (Presma AKBID Pas)

Sugiantono (Presma STT-STIE Walisongo Gempol)

Rahma Fauziyah (Presma AKBID Gempol)

Mashud (Presma STAIDALWA)

Operasional Committe :

Ketua : M.Subadar (STKIP)

Wakil Ketua : M. Soleh (UNMER)

Sekretaris : M.Khoiruddin (UYP)

Wakil sekretaris : Agus Salim (UNMER)

Bendahara : Khusnul Khotimah (AKPER)

Wakil Bendahara : Zaki (YADHIKA)

æ DEVISI ACARA

Ø Nur Aini (STKIP)

Ø Fernando (AKPER)

Ø M. Solichin (UYP)

Ø Mashuri (UIM)

Ø M. Faruq (YADHIKA)

Ø Lailatul Azqiya’ (AKBID)

æ DEVISI HUMAS

Ø Endiy (STKIP)

Ø Bustomi Sulaiman (UYP)

Ø Bela (AKPER Pas)

Ø Ali (STAIDALWA)

Ø Imam (AKPER GRMPOL)

Ø Liswanto (STAIPANA)

æ DEVISI KESEKRETARIATAN

Ø Syaifuddin Su’adi (UYP)

Ø Nunus (UIM)

Ø Muhajir (STKIP)

Ø Gyna Ayu (AKBID Pas)

Ø Harief Junaedi (STT-STIE Walisongo)

Ø M. Harun Afandi (STT-STIE Walisongo)

æ DEVISI PLK dan Dek.Dok.

Ø Wahyu (AKPER Pas)

Ø M. Nur (UNMER)

Ø Nasikhin (STAIPANA)

Ø Suhiarto (UIM)

Ø Fuad (YADHIKA)

Ø Asfiani (STAIDALWA)

Ø Mardi (AKPER Gmpl)

æ DEVISI KONSUMSI

Ø Faiz (STAIPANA)

Ø Tutuz (STKIP)

Ø Srigati Ningsih (UYP)

Ø Yeni (AKPER Pas)

Ø Cici P (YADHIKA)

Ø Puji (AKPER GEMPOL)

Ø Rani (AKBID Pas)

æ DEVISI PENDANAAN

Ø Fishona (STKIP)

Ø Sofyan (STAIPANA)

Ø Fifit (UIM)

Ø Sudirman (STAIDALWA)

Ø A’an (AKBID Pas)

Ø Wahyudi (AKBID Gmpl)

Ø Khaqqi (STT-STIE W.songo)

Lampiran 2

Jadwal Kegiatan

Waktu

Agenda

Ket.

Sabtu,23 Feb,’08

16.00 – 19.00 WIB

19.00 – 24.00 WIB

24.00 – 06.00 WIB

Minggu,24 Feb,’08

06.00 – 08.00 WIB

08.00 – 11.30 WIB

11.30 - 13.30 WIB

13.30 - 15.30 WIB

15.30 – 17.00 WIB

17.00 – 19.30 WIB

19.30 – 20.00 WIB

20.00 – 24.00 WIB

24.00 – 06.00 WIB

Senin, 25 Feb `08

06.00 – 08.00 WIB

08.00 – 13.00 WIB

13.00 – 19.00 WIB

19.00 – 23.00 WIB

23.00 – 06.00 WIB

Selasa,26 Feb ’08

06.00 – 08.00 WIB

08.00 – 12.00 WIB

13.00 – 15.00 WIB

15.00 – 17.00 WIB

Kedatangan Dan Registrasi Peserta

Refleksi Kebangsaan :

- Aksi teater Mahasiswa se-Pasuruan

Istirahat

Makan Pagi

Pembukaan :

- Menyanyikan lagu Indonesia Raya

- Sambutan Ketua Panitia

- Sambutan Koordinator BEM-PAS

- Sambutan Bupati Pasuruan

- Penutup/Do’a

- Input pakar

Istirahat, Sholat dan Makan

Sidang Pleno I

Pembahasan Jadwal Acara

Pembahasan Tata Tertib Sidang

Istirahat, Sholat dan Makan

Pembagian komisi

Sidang komisi

Istirahat

Makan Pagi

Sidang Pleno II

Pengesahan hasil sidang komisi

Istirahat

Istighosah kebangsaan

Istirahat

Makan pagi

Aksi Sosial

Istirahat, Sholat dan makan

Penutupan

OC

Teater Mahasiswa se-pasuruan

All

All

Paduan suara

M. Subadar

Rahmadi

KH.Djusbakir, SH.M.Si

Prof. DR. J Kristiadi

All

Peserta

Peserta

Peserta

All

Peserta

Peserta

All

All

Peserta

Peserta

All

All

All

All

Peserta

All

All

Lampiran 3

Estimasi Dana

estimasi dana

Devisi Acara

No.

Uraian

Harga

1.

Pementasan Teater

Rp. 3.000.000

2.

Fee nara sumber

Rp. 750.000

3.

Paduan suara

Rp. 500.000

Total

Rp. 4.250.000

Devisi Kesekretariatan

No.

Uraian

Harga

1.

Tinta Print 2 buah

Rp. 40.000

2.

Kertas 1 Rim

Rp. 30.000

3.

Pembuatan Stempel

Rp. 35.000

4.

Bantalan Stempel

Rp. 8.000

5.

Tinta Stempel

Rp. 4.000

6.

Map

Rp. 4.000

7.

ID card Panitia + peserta

Rp. 150.000

8.

Spidol Besar 3 buah @ 4.000

Rp. 12.000

9.

Gunting 2 buah @ Rp. 7.500,-

Rp. 3.000

10.

Cutter 2 buah @ 1.500,-

Rp. 10.000

11.

Bolpoint 5 buah @ 2.000

Rp. 10.000

12.

Staples 2 buah @ 5000,-

Rp. 10.000

13.

Isi Staples

Rp. 2.000

14.

Glukol besar

Rp. 1.500

15.

Foto copi

Rp. 50.000

16.

Pembuatan Stiker 200 lembar

Rp. 200.000

17.

Kertas plano 20 lembar

Rp. 10.000

18.

Pembuatan proposal

Rp. 20.000

19.

Penggandaan proposal 20 eks @ 3.000

Rp. 60.000

21

Vandel 11 Buah @ 20.000

Rp. 210.000

22

Penggandaan materi sidang

Rp. 100.000

23

Atribut peserta, panitia (kaos) 200 x 20.000

Rp.4.000.000

24

Stiker 200 lembar @ 350

Rp. 70.000

25

Blok note 165 @ 1000

Rp. 165.000

26

Sertifikat 200 lambar

Rp. 200.000

Total

Rp.5.424.500

Devisi Konsumsi

No.

Kebutuhan

Harga

1.

Konsumsi pementasan teater

Rp. 500.000

2.

Konsumsi paduan suara

Rp. 200.000

3.

Snack Pesarta 4 Hari

Rp. 500.000

4.

Air mineral 10 kardus @ 10.000

Rp. 100.000

5.

Teh botol 1 krat

Rp. 50.000

6.

Konsumsi panitia + peserta 4 hari (200 Peserta dan panitia X 8 kali makan @ 3000)

Rp. 5.000.000

7.

Lain-lain

RP. 500.000

Total

Rp. 6.850.000

Devisi Humas

No.

Uraian

Harga

1.

Transpot pengambilan properti teater

Rp. 500.000

2.

Transport menghubungi nara sumber

Rp. 200.000

3.

Publikasi kegiatan

Rp. 300.000

Total

Rp. 1.000.000

Devisi Pendanaan

No.

Uraian

Harga

1.

Transport penyebaran propsal 20 lokasi

@ 20.000

Rp. 400.000

Total

Rp. 400.000

Devisi Perlengkapan dan Dek.Dok

No.

Kebutuhan

Harga

1.

Dekorasi kegiatan

Rp. 500.000

2.

Dokumentasi kegiatan

Rp. 500.000

3.

Akomodasi aksi sosial

Rp. 500.000

4.

Sewa sound sistem

Rp. 300.000

Total

Rp. 1.800.000

Ø Grand total anggaran dana

ü Devisi Acara Rp. 4.450.000

ü Devisi kesekretariatan Rp. 5.224.500

ü Devisi Humas Rp 1.000.000

ü Devisi konsumsi Rp. 6.850.000

ü Devisi PLK dan Dek.Dok Rp. 1.800.000

ü Devisi Pendanaan Rp. 400.000 +

Rp.19.724.500

Terbilang : Sembilan belas juta tujuh ratus dua puluh empat ribu lima ratus Rupiah

Lampiran 4

Konsepsi kegiatan

Sebagaimana lazimnya kegiatan pada umumnya, dalam kegiatan ini kami mengetengahkan grand tema “Enhancing student quality and participaty to bring up Pasuruan into the real OTODA” dari tematik ini kita sudah bisa mentelaah bahwasannya partisipasi aktif mahasiswa di dalam memajukan daerahnya sangat penting dibutuhkan. Mengingat mahasiswa merupakan kelompok sosial ilmiah yang mempunyai degree dan seperangkat atribut yang dimilikinya seperti agen perubahan sosial (agen of social change), agen kontrol sosial (agen of social control), agen dinamisator sosial (agen of social dinamisator) dan seterusnya-dan seterusnya.

kegiatan ini juga memang sengaja di desain dengan orintasi pembumian semangat kebersamaan mahasiswa se-Pasuruan dalam satu wadah gerakan dan komando perjuangan yang terwujud dalam institusi organisai ”BEM PAS”. Dimana kita semua harus menyadari bahwasannya mahasiswa merupakan civil category yang tentunya menjadi bagian dari masyarakat pula yang juga mempunyai tanggung jawab yang sama pula dengan elemen masyarakat yang lain dalam melakukan pembaharuan, perubahan menuju masyarakat madani. Maka, meningkatkan kualitas diri, memegang idealisme, independen, kritis, kreatif, inovatif menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan keadilan serta siap mengabdikan diri kepada masyarakat adalah bendera yang harus terus dikibarkan.

Lantaran abstraksi diatas itulah, Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Pasuruan Dengan mengetengahkan acara tersebut bermaksud mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu padu melakukan perubahan dan perbaikan menuju truely Pasuruan.

—o000o—

Lembar Kontrak Prestasi

Dalam rangka Kongres I (pertama) BEM PAS, Refleksi Indonesia Terkini dan Aksi Sosial dengan grand tema “Enhancing student quality and participaty to bring up Pasuruan into the real OTODA”, panitia pelaksana menawarkan rekanan kerjasama (Sponsor ship) kepada instansi, perusahaan, dan lembaga terkait dalam kegiatan ini. Disamping sebagai usaha pemasarah priduk rekanan kerjasama ini juga berfungsi untuk lebih mendekatkan serta menjalin hubungan yang lebih harmonis antara dunia kebudayaan dengan dunia profesi. Adapun bentuk kerjasama yang kami tawarkan adalah sebagai berikut:

a. Sponsor Tunggal

Sponsor tunggal adalah pihak sponsor yang menyediakan anggaran dana 70 % (Tujuh puluh persen) dari total anggaran dana yang dibutuhkan dalam kegiatan ini. Adapaun hak istimewa yang kami berikan antar lain :

1. Pihak sponsor tunggal berhak menggunakan 85 % (delapan puluh lima persen) dari media publikasi yang disediakan panitia pelaksana berdasarkan kesepakan dan persetujuan kedua belah pihak.

2. Pihak sponsor tunggal tidak memonopoli kegiatan publikasi dan tidak ada masukan sponsor lain (sponsor utama, sponsor pendamping, dan sponsor pendukung)

b. Sponsor Utama

Sponsor utama adalah pihak sponsor yang menyediakan anggaran dana 60 % (enam puluh persen) dari total anggaran dana yang dibutuhkan dalam kegiatan ini. Adapun hak istimewa yang kami berikan antara lain :

1. Pihak sponsor utama berhak mencatumkan logo produk atau perusahaan sebesar 75 % dari media publikasi yang disediakan oleh panitia pelaksana berdasarkan kesepakan dan persetujuan kedua belah pihak.

2. Pihak sponsor utama tidak memonopoli kegiatan publikasi dan tidak ada masukan sponsor lain (sponsor pendamping, dan sponsor pendukung)

c. Sponsor Pendamping

Sponsor pendamping adalah pihak sponsor yang menyediakan anggaran dana 40 % (empat puluh persen) dari total anggaran dana yang dibutuhkan dalam kegiatan ini. Adapun hak istimewa yang kami berikan antara lain :

1. Disediakan hanya untuk dua sponsor pendamping dengan jenis produk yang berbeda dan diberikan hak mencantumkan logo produk atau perusahaan masing-masing sebesar 50 % dari media publikasi yang disediana panitia pelaksana berdasarkan kesepakan dan persetujuan kedua belah pihak.

2. Pihak sponsor pendamping tidak memonopoli kegiatan publikasi, tetapi diperbolehkan adanya masukan sponsor lain (sesama sponsor pendamping, dan sponsor pendukung)

d. Sponsor pendukung

Sponsor pendukung adalah pihak sponsor yang menyediakan anggaran dana 20 % (dua puluh persen) dari total anggaran dana yang dibutuhkan dalam kegiatan ini. Adapaun hak istimewa yang kami berikan antara lain :

1. Disediakan hanya untuk tiga sponsor pendukung dengan jenis produk yang berbeda-beda dan diberikan hak mencantumkan logo produk atau perusahaan masing-masing 30 % dari media publikasi yang disediana panitia pelaksana berdasarkan kesepakan dan persetujuan kedua belah pihak.

2. Pihak sponsor utama tidak memonopoli kegiatan publikasi tetapi diperbolehkan adanya masukan dari sponsor lain (sesama sponsor pendukung)

e. Donator

Bagi perorangan, perusahaan maupun instansi terkait kami tidak menutup kemungkinan dalam menerima sumbangan sukarela (donator) yang berisfat tidak mengikat dan merugikan bagi semua pihak yang bersangkutan.

f. Ketentuan-ketentuan lain

1. Pembayaran

Setiap pembayaran dari pihak sponsor ship harus disertai dengan uang muka sekurang-kurangnya 50 % dari nilai kontrak yang dibayar pada saat penandatanganan surat perjanjian sedang sisanya dapat dibayarkan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak yang sudah ditetapkan.

2. Pembatalan

a. Pembatal dari pihak panitia

segala yang berkenaan dengan pembatalan kontrak rekanan kerjasama yang dilakukan oleh pihak panitia, maka panitia berkewajiban mengembalikan seluruh anggaran dana yang telah dibayarkan oleh pihak sponsor.

b. Pembatalan dari pihak sponsor ship

segala yang berkenaan dengan pembatalan dengan kontark rekanankerjasama yang dilakukan oleh pihak sponsor, akan dikenakan aturan sebagai berikut:

Ø Bagi pihak sponsor yang baru membayar 50% – 70% (lima puluh persen sampai tujuh puluh persen) dari total kesepakatan haraga kontrak, maka pihak panitia hanya akan mengembalikan 20 % (dua puluh persen) dari bukti pembayaran pihak sponsor tersebut.

Ø Sedangkan bagi pihak sonsor yang sudah membayar lunas, pihak panitia hanya akan mengembalikan 70 % (tujuh puluh persen) kepada pihak sponsor tersebut.

3. Pelunasan

Ø Pada saat pengisian formulir kerjasama, pihak sponsor diwajibkan membayar sebesar dari perjanjian yang telah disepakati dan sisanya dapat dilunasi sewaktu kontra prestasi mulai dilaksanakan oleh kedua belah pihak.

Ø Perjanjian kontrak dilakukan oleh pihak panitia dengan pihak sponsor yang bersangkutan

Pada lembar selanjutnya panitia berkenan menawarkan berbagai alternativ rekan kerjasama (sponsor ship) yang tentu saja bisa diubah sesuai dengan selera pihak sponsor, dengan tanpa mangabaikan persetujuan dan hasil negosiasi yang telah disepakati dengan pihak panitia. Disamping itu pihak panitia dapat menerima berbagai model rekanan kerjasama publikasi yang lain selama tidak menyimpang dari grand tema kegiatan yang telah diajukan.

Lembar Media Promosi

Untuk melengkapi project proposal kegaiatan yang kami selenggarakan ini, sekaligus menjadi acuan bagi terlaksananya kontra prestasi yang telah sepakati anatar kedua belah pihak, maka kami sertakan berbagai bentuk layanan promosi yang simple dan akurat. Adapun bentuk–bentuk promosi tersebut terdiri dari :

A. Media Layanan Dilapangan

1. Spanduk

Bahan media : Kain tetron

Ukuran media : 6 X 1,30 meter

Jumlah media : 3 buah

Lokasi pemasangan : Jalan-jalan protokol di sekitar disekitar lokasi kegiatan.

Lama pemasangan : 2 minggu ( 11 – 25 agustus 2007)

Tema kegiatan : ”Enhancing Student Quality and Participaty to Bring

Up Pasuruan into the Real OTODA “

Harga satuan sponsor : Rp.100.000

Harga total : Rp. 200.000

Desain promosi : Lihat gambar 1

2. Umbul-umbul

Bahan media : Kain tetron

Ukuran media : 5 X 0,60 meter

Jumlah media : 50 buah

Lokasi pemasangan : Ruas jalan sepanjang lokasi kegiatan

Lama pemasangan : 5 hari ( 20 – 25 agustus 2007)

Moto kegiatan : BEM-PAS Truely Pasuruan

Harga satuan sponsor : Rp.50.000

Harga total : Rp. 2.500.000

Desain promosi : Lihat gambar 2

3. Poster

Bahan media : Kertas lux

Ukuran media : 40 cm X 60 cm

Jumlah media : 1000 lambar

Lokasi pemasangan : Tempat-tempat strategis .

Lama pemasangan : 2 minggu ( 11-25 agustus 2007)

Tema kegiatan : ”Enhancing Student Quality and Participaty to Bring

Up Pasuruan into the Real OTODA “

Harga satuan sponsor : Rp.500

Harga total : Rp. 250.000

Desain promosi : lihat gambar 3

4. Pamflet

Bahan media : Kertas HVS

Ukuran media : A4 (21×29,7 cm) 80 gram

Jumlah media : 1000

Lokasi pemasangan : tempat-tempat strategis

Lama pemasangan : 2 minggu (11-25 agustus 2007)

Tema kegiatan : ”Enhancing Student Quality and Participaty to Bring

Up Pasuruan into the Real OTODA “

Harga satuan sponsor : Rp. 250,-

Harga total : Rp. 250.000

Desain promosi : lihat gambar 4

B. Iklan Pada Fasilitas Kegiatan

1. Kaos Panitia

Bahan : Kain Cotton

Ukuran : L

Warna : Merah Tua

Lengan : Panjang

Jumlah : 200

Harga Satuan Sponsor : Rp. 20.000

Harga Total : Rp. 4.000.000,-

Desain Promosi : Lihat Gambar 5

2. Sertifikat

Bahan : Kertas Linen

Ukuran : A4 (21×29,7) 100 gram

Warna : Putih Tulang

Jumlah : 200 lembar

Harga Satuan Sponsor : Rp. 1000

Harga Total : Rp. 200.000

Desain Promosi : Lihat Gambar 6

3. Block Notes

Bahan : Kertas HVS

Ukuran : ½ Kwarto 80 gram

Warna : Hijau

Jumlah : 165 Buah

Harga Satuan Sponsor : Rp. 1000

Harga Total : Rp. 165.000

Desain Promosi : Lihat Gambar 7

4. ID Card Panitia dan Peserta

Bahan : Kertas Linen

Ukuran : 5 x 8 cm

Warna : Merah Tua

Jumlah : 200

Harga Satuan Sponsor : Rp. 500

Harga Total : Rp. 100.000

Desain Promosi : Lihat Gambar 8

Keterangan

· Setiap bentuk-bentuk dari desain promosi yang tertera di atas dapat dirubah atau disesuaikan sebagaimana motif yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

· Hal-hal yang menyangkut biaya dan harga promosi, baik yang ditawarkan oleh pihak panitia maupun pihak sponsor, dapat dinegosiasikan pada saat melakukan kontra kerjasama dari masing-masing pihak

Adapaun desain promosi yang dirancang oleh panitia dapat dibicarakan lebih lanjut pada saat penandatanganan kontra Kerjasama

ECONOMICAL CRISIS AND DILEMATIC CHOICE

ECONOMICAL CRISIS AND DILEMATIC CHOICE[i]

Oleh; Zainul Ahwan Assgia Shobry

Presiden Mahasiswa

When globalitation was become new ideology and life paradigm. Capitalism has become real thing happening. Consumption culture as the com

mon of set tarand nowdays. And be sure, social cognition stucture filled by economical capitalism virus. And when comercial motive become primare variable of expressivness. All everything appre

ciated just was comodity, by the reason of economical stability.

Pontang-panting perekonomian negara du

nia ketiga (left behind state) kini semakin menunjukkan bentuk terparahnya. Berbagai upaya preventif telah dilakukan mulai dari meminjam dana moneter yang di iming-imingkan badan moneter international IMF,

World Bank dan lain sebagainya. Namun ironisnya mengapa negara dunia ketiga malah jatuh pada lobang berkelok yang absurd ?

Indonesia adalah salah satu negara du

nia ke-tiga yang dililit oleh kekurangan gizi, SDM rendah, pengangguran tinggi, kriminalitas prostitusi dan banyak lagi permasalahan yang di sebabkan oleh krisis ekonomi. Kondisi inilah yang memaksa negar

a kita untuk memilih berbagai alternatif pilihan preventif yang amat pahit dan dilematis dalam mengatasi kemelut ekonomi yang kian menggila.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi keterpurukan ekonomi adalah dengan mengoptimalisasikan peran sektor pariwisata. Lan

gkah yang ditempuh pemerintah untuk mengoptimalkan penerimaan disektor pariwisata memang cukup bisa dipahami mengingat restrukturisasi di sektor per-bankan yang sangat penting bagi bangkitnya sektor riil perekonomian belum menunjukkan hasil yanmg menggembirakan. Sehingga pilihan mengoptimalkan

sektor pariwisata menjadi opsi terbaik saat ini dalam mengatasi kebuntuan ekonomi. Dengan mengembangkan sektor ini, maka pemerintah telah melakukan apa yang disebut dalam terminologi ekonomi sebagai “in

visible export” yaitu ekspor yang tidal kentara atas barang-barang dan jasa-jasa pelayanan.

Maka untuk mengembangkan sektor ini, perlu dikaji lebih mendalam mata rantai yang terkait didalamnya, mulai kegiatan biro perjalanan, restoran, kegiat

an guiden, kerajinan rakyat dan kesenian daerah. Dalam konteks ini kesenian lokal seperti berbagai jenis tari-tarian, digunakan sebagai megnet untuk menarik wisatawan asing. Melihat panjangnya mata rantai yang dikaji dalam pengembangan sektor pariwisata, nampak bahwa pengembangan sektor ini dapat menggerakkan sektor-sektor ekonomi dengan jangkauan yang amat luas. Artinya tenaga yang t

erserap dalam penegembangan sektor ini sangat besar jumlahnya. Tetapi pengembangan sektor periwisata dengan memanfaatkan kesenian lokal sebagai obyek yang dikomersialisasikan ini ternyata menimbulkan

dampak yang serius bagi eksistensi seni lokal itu sendiri. Kesenian tradisional daerah yang semula diekspresikan karena motif tradisi atau spiritual dalam dalam kebudayaan masyarakat sebagai tendensinya. Menjadi terlepas dari motivasi asli. Fenomena ini menjadi konsekuensi logis dari adanya motivasi baru

ya

itu motivasi yang bersifat komersial. Penghayatan yang mendalam dari kesenian menjadi termarginalkan. Emosi yang murni dari para pelakunya menjadi lemah serta rangkain gerak yang dilakukan hanyan dimaksudkan upah yang harus dibayar oleh para wisatawan baik secara langsung atau tidak.

Tetarian dan tetabuhan yang dalam makna asaln

ya hanya diperhelatkan menurut syarat-syarat tertentu, tempat dan suasana, kemudian dilakukan atas pesanan pasar (market order). Konsekuensi dari orientasi komersial ini, lahir upaya-upaya untuk melakukan i

niv

asi – mengubah penampilan fisik – terhadap karya seni lokal sesuai dengan kehendak pasar – pemesan. Akhirnya seni yang lekat dengan tradisi dan budaya masyarakat, kini telah diangkat ke kota-kota atau te

mpat-tempat pertunjukan demi orientasi keuntungan komersial. Uraian diatas menggambarkan bagaimana proses kapitalisasi seni berlangsung yang implikasi yang ditimbulkannya.

Ketika berbagai obyek seni telah dilepaskan dari fungsinya sebagai representasi moral, mitos spiritual, dan berkembang menjadi obyek yang merepresentasikan abnormalitas, kebenaran semu, dan lebih berfungsi sebagai komoditi, maka penggalian dan representasi abnormalitas memang menjadi unsur yang sangat penting, disebabkan mesin keinginan pasar kapitalis yang terus berkembang dan berubah-ubah. Seni dituntut untuk menyuguhkan sesuatu yang baru yang bisa mempr

ovokasi hasrat konsumtif pasar. Untuk memprovokasi hasrat konsumtif pasar, kreator komoditi menggunakan berbagai media baik elektronik maupun massa guna mempengaruhi cara pandang individu-ind

ividu terhadap seni. Media melalui pesan-pesan yang disampaikan, berfungsi sebagai tool of manipulation bagi publik. Khalayak digiring pada suatu sikap konformisme –mengatas namakan identitas bersama- yang menjadi basis legitimasi bagi para pengendali media.

Di sini media komunikasi telah menyuguhkan p

iranti asumsi atau homogenitas kognitif yang sengaja dirancang untuk menggiring massa untuk mengambil sikap tertentu dengan mengatas namakan identitas bersama. Itu bisa dilakukan melalui mpembanjiran informasi dalam berbagai bentuk pemberitaan dan iklan. Tetapi secara prinsip fungsi dari media itu sendiri adalah meneguhkan

suatu pola atau gaya hidup tertentu sesuai dengan kepentingan kapitalisme industri. Pada titik inilah abnormalitas ekspresi karya seni diterima sebagai suatu kewajaran. Seni yang ketika belum tersentuh oleh ekspansi kapitalisme lekat

dengan nilai-nilai estetika, spiritualitas dan mitologi dan kini bergeserfungsinya hanya sebagai komoditi yang harus dikonsumsi, tak lebih dari itu. Lalu bisa

kah kita menjaga otentisitas kesenian bangsa kita ditengah tuntutan krisis k

emlaratan ekonomi yang melilit leher bangsa ?


[i] Tulisan ini terejawantahkan dari diskusi rutinan BEM UYP yang menatap muram keindahan kesenian akibat tuntutan pragmatisme dan kapitalisme global.

MAHASISWA IDEALIS

ORGANISASI DAN AKADEMIK:

Sebuah pilihan delematis menuju mahasiswa yang idealis

Oleh: Syaifuddin

Maha”. Sebuah kata yang yang identik dengan konotasi laur biasa atau menakjubkan. Maha juga sering dilekatkan pada sesuatu yang memiliki kekuatan besar atau mempunyai nilai lebih dari pada sesuatu yang lain. Maha agung misalnya, adalah kata yang dilekatkan pada Tuhan sang pencipta yang mempunyai kemampuan dan kakuatan yang lebih dari apapun di jagat raya ini. Pemakian kata maha ini juga berlaku pada dunia akademis yakni pada kata mahasiswa. Atas dasar Inilah masyarakat menganggap mahasiswa adalah mahanya para siswa yang mempunyai kemampuan luar biasa dalam segala bidang keakademikan dan bisa melakukansegalanya. Ini juga yang menyebabkan mahasiswa jadi harapan setiap orang untuk bisa menjadi Agent Of change (agen perubahan) dalam komunitasnya.

Mahasiswa dalam persinggungannya dengan kehidupan bermasyarakat mempunyai tiga tanggagung jawab besar. Pertama, Pendidikan. Dalam hal ini mahasiswa dituntut bisa menguasai spesifikasi keilmuan dan pengetahuan serta wawasan yang luas. Keilmuan, pengetahuan serta wawasan yang luas inilah yang nantinya menjadi modal seorang mahasiswa dalam hidup bermasyarakat. Kedua, penelitian. Dalam kehidupan bermasyarakat tidak akan pernah luput dari adanya permasalahan dan perselisihan, Ini menuntut semua pihak untuk bisa melakukan penilaian secara obyektif agar mampu menemukan titik temu dalam penyelesaiannya. Dalam konteks inilah penelitian perlu dilakukan seorang mahasiswa agar perkembangan dan kemajuan dapat terwujud. Ketiga, pengabdian masyarakat. Ini harus dilakukan karena diakui atau tidak mahasiswa adalah bagian dari masyarakat, dan sudah barang tentu baik dan tidaknya masyarakat juga menjadi Pekerjan Rumah mahasiswa. Ketiga tanggung jawab ini sering dikenal sebagai Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Baca lebih lanjut